Dalam rangka mempertemukan para pengiat Inklusi difabel Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAP) mengadakan Temu Inklusi pada hari Kamis, 25 Agustus 2016 bertempat di desa Sidorejo Kecamatan Lendah , yang diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat DIY , Sulistyo membuka Temu Inklusi 2016 mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi Asisten Pemerintahan Kesra PemKab Kulon Progo Arif Sudarmanto yang mewakili PJ Bupati Kulon Progo, Budi Antono.
Menurut Sulistyo Pemerintah DIY sudah memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi para Penyandang Difabel, dan secara hukum telah mengimplementasikan UU tentang Penyandang Disabilitas dengan Perda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Hak Penyandang Disabilitas, namun upaya dalam memberikan perlindungan penyandang disabilitas belum memadai dan masih perlu upaya lain untuk menyamakan drajat dan kesamaan dalam kehidupan.
Kegiatan yang bertemakan “ Dari Desa Berbagi Gagasan dan Praktik terbaik untuk Indonesia Inklusi “ bertujuan agar inklusivitas yang dibangun memiliki cakupan luas.
Rangkaian kegiatan ini meliputi Seminar penggalian Informasi, lokakarya Tematik, Klinik Informasi, Pameran, Panggung Hiburan Budaya dan permainan untuk peningkatan kepedulian yang berlangsung dari tanggal 25 sampai 28 Agustus 2016.
@by.mk.