LENDAH, 21/1/2019. Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih begitulah peribahasa yang paling pas untuk menceritakan kejadian yang dialami oleh keluarga Boniyem/Budi Wiyono (63 tahun) warga Pedukuhan Wonolopo RT:36 RW: 16 Desa Gulurejo Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo. Hujan disertai petir yang terjadi pada Selasa Kliwon (15/01) pukul 19.30 menyambar ternak sapi miliknya hingga mati. Selain itu sebagian bangunan rumah miliknya juga rusak ikut tersambar petir.
Dukuh Wonolopo, Sukiyani dalam laporannya yang diterima di Kecamatan Lendah mengatakan bahwa atas kejadian sapi yang tersambar petir tersebut Boniyem/Budi Wiyono mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Kejadian tersebut menyita perhatian warga sekitar mengingat sapi yang tersambar tersebut ada di dalam kandangnya. Kejadian yang hampir tidak mungkin karena sapi berada dalam kandang yang ternaungi.
Boniyem/Budi Wiyono adalah seorang petani, yang disela-sela kesibukan bertani beliau juga memelihara sapi. Lebih sedih lagi karena sapi yang tersambar petir tersebut sedang dalam posisi hamil tua. Boniyem/Budi Wiyono berharap atas kejadian ini untuk mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait.