LENDAH KULON PROGO, 9/9/2019. Isu masalah sampah akhir-akhir ini mengemuka baik ditingkat regional, nasional bahkan internasional. Sampah plastik akan menjadi bom waktu di masa yang akan datang jika tidak segera dicarikan solusinya. Berbeda dengan salah seorang warga Lendah, sampah justru menjadi berkah karena mampu merubahnya menjadi barang yang lebih bernilai.
Ketr. Sampah plastik yang telah disortir
Adalah Kang Rohmat warga Pedukuhan Ngipik RT:49/22 Desa Bumirejo Kecamatan Lendah yang mampu menggerakkan teman-temannya dalam sebuah wadah komunitas yang bernama Karep Manteb memulai kegiatan mulia dan penuh kreativitas tersebut untuk mengolah sampah. Sejak tiga tahun yang lalu Kang Rohmat mendirikan komunitas untuk membuat kegiatan yang bermanfaat terutama bagi pedukuhannya mulai dari membersihkan lingkungan, kesenian, dan kegiatan produktif lainnya seperti mebeler. Baca juga: Artis Kulon Progo yang lagi naik daun
Terlintas dibenak Kang Rohmat untuk melakukan satu kegiatan namun mampu menjadi solusi bagi berbagai masalah di pedukuhan. Ia dan teman-temannya memilih untuk mengolah sampah menjadi barang yang lebih bernilai. Selain membantu kebersihan lingkungan di wilayahnya, hasil pengolahannya juga menjadi tambahan penghasilan.
Sampah-sampah yang ada di lingkungan di kumpulkan kemudian dipisahkan antara sampah plastik dan yang lain. Sampah plastik dijadikan satu untuk selanjutnya disortir dipishkan jenis plastik yang digunakan, sementara sampah yang bukan plastik diambil petugas untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah akhir. Baca juga: Bangga jadi petani, warga tanam buah ini di halaman rumahnya
Ketr. Hasil produksi sebelum finishing
Hasil sortir sampah plastik kemudian mereka olah dengan cara dilebur terlebih dahulu dengan cara dipanaskan menggunakan peralatan sederhana. Setelah itu dicetak menjadi berbagai barang souvenir, berupa patung, gantungan kunci, hiasan rumah dan lain sebagainya. Setelah itu, hasil cetakan dirapikan dan dicat agar lebih menarik. Untuk sementara hasil produksi dibeli oleh warga sekitar, teman atau dipesan oleh beberapa pedagang souvenir.
Ketr. Hasil Produksi setelah finishing
Saat penulis mengunjungi ruang kerja sekaligus show room Karep Manteb beberapa waktu lalu, penulis sempat melihat hasil produksi yang berbahan baku sampah plastik tersebut. Produk-produk tersebut tak kalah dengan yang sudah ada di pasaran bahkan memiliki keunggulan. Patung candi misalnya produk yang ada sebelumnya terbuat dari batu atau cor semen sehingga selain berat juga mudah rusak sementara produk patung berupa candi plastik yang dibuat oleh Karep Manteb lebih ringan dan tidak mudah rusak tentu harganyapun juga lebih murah. Baca juga: Lendah ramah difabel
Bahan baku untuk produksi melimpah bahkan warga masyarakat ada yang mengantarnya sendiri ke tempat produksi, di wilayah lainpun sampah plastik banyak ditemukan. Salah satu kendala utama yang ada adalah peralatan peleburan, mereka membutuhkan peralatan yang lebih baik dan kapasitas lebih besar agar dapat mengolah sampah lebih banyak.
Selain sampah plastik, Karep Manteb juga mengumpulkan sampah kayu yang ada di pantai, utamanya pantai Trisik dan Bogel di selatan Kulon Progo. Sampah-sampah kayu tersebut dipilah, yang keras dijadikan bahan mebel dan bahan pendukung produk kerajinan sampah plastik dan yang kayunya tak terlalu keras dijadikan kayu bakar untuk melebur sampah-sampah plastik.
Ketr. Sampah kayu dari pantai sebelum diolah
Begitulah Kang Rohmat memberdayakan para pemuda desa dalam komunitas Karep Manteb, merubah sampah menjadi berkah. Semoga bermanfaat (AWB)