LENDAH. Bagi sebagian besar masyarakat mungkin masih bertanya-tanya tentang asal-usul nama Lendah yang sekarang dipakai untuk nama Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo. Seperti daerah-daerah lainnya, ternyata nama Lendah berasal dari legenda cerita masa lalu yang panjang. Artinya Lendah merupakan daerah yang dibangun oleh sejarah masa lalu dan memiliki akar budaya yang kuat.

Bagi masyarakat sekitar
Lendah, cerita Kyai Landoh tentu tak asing lagi khususnya di Desa Jatirejo. Di
desa ini, terdapat sebuah makam kuno dimana Kyai Landoh di makamkan. Siapakah
Kyai Landoh? Kyai Landoh adalah nama lain dari Syech Jangkung, beliau adalah
karib Sultan Agung yang bertugas untuk menyebarkan agama Islam di wilayah
pantai selatan. Banyak versi cerita tentang Syech Jangkung, antara lain di
Kudus, Palembang, Cirebon, Mesir dan wilayah yang lain, tetapi akhir hidup
Syekh Jangkung ada di Desa Jatirejo, di sanalah beliau dimakamkan. Selama
menyebarkan agama Islam di daerah tersebut Syech Jangkung sangat dihormati dan
disegani karena kesaktiannya dan sifat-sifat baik beliau, yang paling
menonjol adalah suka menolong dan menyembuhkan orang sakit.

Kyai Landoh sendiri adalah
nama seekor kerbau yang menjadi kendaraan bagi Syech Jangkung, sehingga
masyarakat awam terlanjur memberi nama bahwa Syech Jangkung dengan sebutan Kyai
Landoh. Pada sebuah kesempatan Syech Jangkung pernah berkata kepada para
pengikutnya bahwa, "Suk yen ana rejaning jaman, papan iki jenenge Landoh
(Besok kalau daerah ini berkembang akan saya beri nama Landoh)" . Dari
kata Landoh inilah kemudian berubah menjadi Lendah dan dipakai sampai sekarang
untuk nama Kecamatan Lendah.

Makam
Syekh Jangkung masih sering dikunjungi sebagai tempat wisata sejarah, setiap
tahun di bulan Sura juga selalu diadakan acara ritual yang dilaksanakan oleh
warga sekitar di Makam Kyai Landoh. (AWB)
Referensi:
http://reogsenengbarengjatirejo.blogspot.com/2011/07/asal-mula-nama-desa-lendah-kulon-progo.html
http://kulonprogo.sorot.co/berita-5124-pusaka-cikal-bakal-lendah-dijamas-dan-dikirab.html
https://www.facebook.com/search/top/?q=paryono%20botokan
Suara Merdeka