Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Ki Geter Pramudji Widodo, Penggender yang Sukses Meniti Karir Menjadi Dalang

Admin Web OPD
Tokoh
27 November 2019 23:09:12

Image Berita


LENDAH KULON PROGO, 28/11/2019. Pentas wayang kulit semalam suntuk di halaman Kecamatan Lendah dalam rangka mangayubagya pelantikan Drs. H. Sutedjo sebagai Bupati Kulon Progo pada Jumat (22/11) berlangsung sukses dan dipadati penonton sejak awal sampai akhir pentas. Sukses acara tersebut tak lepas dari kepiawaian dalang Ki Geter Pramudji Widodo dalam mendalang. Baca juga: Aksi Ki Geter di Kecamatan Lendah

Malam itu ki dalang seolah menghipnotis penonton untuk menyaksikan pentas dari awal sampai akhir. Padahal yang terjadi biasanya pentas  wayang kulit semalam suntuk hanya dipadati penonton pas acara limbukan atau goro-goro yang penuh dengan adegan jenaka.

Dalimin (55) salah satu penonton malam itu mengungkapkan, "Ki Geter salah satu dalang yang pakem pada cerita utama, sehingga penonton dapat mengambil banyak hikmah dari cerita yang dibawakan". Suluk dan suara Ki Geter "gandhem" mengingatkan kita pada dalang klasik  Alm. Ki Timbul Hadi Prayitno, tambahnya.

Dilansir dari beberapa media online tentang Ki Geter Pramuji Widodo, beliau adalah salah satu putra dari dalang sepuh  Ki Sudarsana dari Sorobayan, Sanden, Bantul. Baca juga: Rustipin, Kades di Desa Terbaik Kabupaten Kulon Progo

Ki Geter "ngenger" lama menjadi penggender  Ki Seno Nugroho. Sejak Ki Seno belajar medalang sampai sekarang masih setia mengikuti kemanapun Ki Seno mendalang bahkan meski harus tanpa rombongan,  Ki Geter  selalu mengikuti pentas KI Seno.

Mengikuti jejak suksesornya, Ki Geter memiliki ketrampilan mendalang ditambah darah seni yang mengalir dari ayahnya lambat laun beliau menjadi dalang yang mulai diperhitungkan. Ciri khas Ki Geter merupakan perpaduan harmoni dari dalang kontemporer Ki Seno Nugroho dan konvensional didikan ayahnya. Baca juga: Dua Srikandi Lendah yang mulai bersinar

Karir mendalang Ki Geter mulai banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Jadwal pentaspun mulai padat, sehingga untuk "nanggap" Ki Geter diperlukan waktu untuk antri. (AWB)

 

Source: a.wisnubroto

WhatsApp Chat