Beternak Bebek Sistem Angon, Bermain di Sawah Untung Melimpah

LENDAH KULON PROGO, 1/1/2020. Siapa yang menyangka jika pekerjaan ini mendatangkan penghasilan yang menggiurkan. Meskipun dilakukan dengan cara angon dari sawah ke sawah tetapi pendapatannya ternyata cukup banyak untuk ukuran peternak. Ya beternak bebek sistem angon.

Baca juga: Dibalik gurihnya bisnis tahu

Salah satu keunggulan beternak sistem angon ini adalah, pengeluaran untuk pembelian pakan menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan sistem kandang. Karena dengan sistem angon, peternak tidak perlu lagi melakukan pengeluaran untuk pembelian pakan. Pakan konsentrat hanya diberikan saat umur bebek antara 0 s/d 20 hari.

Selain itu dengan sistem angon, bebek jadi lebih sehat karena pergerakannya leluasa serta banyak mendapatkan makanan organik dari sawah.

Sugiyono (32) salah seorang peternak sistem angon saat ditemui di Bulak Jimatan Desa Jatirejo menerangkan, "Beternak bebek sistem angon lebih menguntungkan karena tidak perlu beli pakan". Ia hanya harus membawa ternaknya ke sawah-sawah yang habis di panen.

Sugiyono memelihara 300 ekor bebek sejak usia bebek 0 hari. Harga per ekor bibit bebek usia 0 hari adalah Rp 8 ribu/ekor. Jenis bebeknya adalah bebek Turi dari Bantul karena menurutnya jenis itu lebih cepat besar dan produktivitasnya bagus sehingga banyak disukai peternak.

Baca juga: Mau buka usaha? Ini kiat jitunya

Bebek mulai bertelur pada usia 5 bulan, namun Sugiyono tidak memelihara sampai usia tersebut. Ia menjualnya ke pedagang saat usia bebek memasuki 3 bulan/bayah. Satu ekor bayah dihargai Rp 80 ribu jika dijual ke bakul.

Biaya pakan yang dikeluarkan oleh Sugiyono untuk 300 ekor adalah 4 karung konsentrat dan 2 karung jagung giling.  Dengan perhitungan di atas dapat diketahui berapa penghasilan Sugiyono selama tiga bulan pemeliharaan.

Pendapatan:

- Harga jual bebek                       Rp 80.000 x 300  ekor        = Rp   24.000.000 ,-

Pengeluaran:

- Bibit Bebek              Rp 8.000 x 300 ekor =Rp  2.400.000,-

- Pakan Bebek 

   - 4 sak konsentrat    Rp 400.000 x 4          =Rp 1.600.000,-

   - 2 sak Jagung          Rp 250.000 x 2          =Rp   500.000,-  

                 Jumlah Pengeluaran                                                = Rp    4.500.000,-

                  JUMLAH PENGHASILAN                                   = Rp  19.500.000,-

Dengan waktu pemeliharaan 3 bulan Sugiyono mampu memperolah penghasilan sebesar Rp 19,5 juta. Tentu angka ini adalah angka kotor masih dikurangi dengan biaya tenaga kerja serta resiko kematian bebek.

Dalam sehari Sugiyono angon bebek dua kali pagi dan sore, masing-masing selama 2 jam. Untuk memperlancar dan mempercepat sampai ke tempat angon ia memodifikasi motornya menjadi gerobak bebek.

Memelihara bebek sitem angon tentu juga memiliki kelemahan, salah satunya yaitu tidak setiap saat tanah persawahan di sekitar kita bisa digunakan untuk angon. Sawah yang habis di panen padinyalah yang bisa digunakan, karena itu kadang-kadang untuk mencari tempat angon bisa sampai ke luar kota. 

Selain itu tidak semua petani, sawahnya boleh digunakan untuk angon bebek dengan berbagai alasan. Padahal menurut Sugiyono bebek-bebeknya justru membantu para petani, karena bebek-bebek tersebut memakan keong dan serangga yang menjadi hama bagi para petani. 

Bagaimana? Minatkah anda dengan bisnis ini? Semoga bermanfaat. (AWB)