Meski Orangtuanya Tunanetra, Kakak Beradik di Lendah Raih Prestasi Lulus Cumlaude

LENDAH KULON PROGO, 29/12/2019. Mesti ke dua orangtuanya penyandang tunanetra dan hidup dalam keterbatasan ekonomi namun semangat kakak beradik warga Pedukuhan Botokan Desa Jatirejo Kecamatan Lendah ini tak pernah surut untuk memperoleh pendidikan yang tinggi. Keduanya mampu menyelesaikan kuliahnya bahkan dengan predikat “cumlaude”.

Dua kakak beradik tersebut adalah, Retno Puji Astuti dan Tri Widarti. Keduanya adalah anak pasangan dari Wakijo (66) dan Suprih Mulyani (57). Wakijo mengalami tunanetra sejak usia 8 tahun, sementara istrinya sejak lahir. Mereka memiliki 3 orang anak, Retno dan Tri adalah anak I dan II dari pasangan tersebut.

Kedua kakak beradik tersebut mampu menyelesaikan kuliah di D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) AKBIYO. Retno Lulus pada tahun 2017 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,72 sementara adiknya Tri lulus tahun 2018 dengan meraih IPK 3,57. Atas pencapaian tersebut keduanya mendapat predikat lulus “cumlaude”.

Selama ini Retno,Tri dan keluarganya tinggal di bangunan bekas koperasi desa yang berada di atas tanah kas desa tepatnya di Botokan RT 13, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo.

Baca juga: Meski difabel, tak menghalangi menjadi pemimpin

Tri menuturkan, dirinya ingin selalu hadir di sisi kedua orangtua supaya bisa mendampingi kedua orangtuanya.

"Bapak dan mamak tidak bisa mendampingi langkah saya setiap saya bergerak, hanya memberikan dukungan dan doa. Saya punya mimpi ingin menjadi orang suskses yang bisa menjadi tenaga kesehatan profesional yang bisa membantu mereka yang membutuhkan," tuturnya.

Wakijo yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat  berharap, anak-anaknya dapat meringankan beban dirinya dan orangtuanya.

"Saya sendiri tidak ditakdirkan menjadi orang yang mampu, kalau bisa anak saya yang mampu," kata Wakijo.

Wakijo selalu berpesan kepada anak-anaknya agar belajar yang tekun dan selalu menjalankan salat lima waktu, sehinga Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi apa yang dicita-citakan.

Baca juga: Olah sampah jadi berkah

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, tak menyurutkan semangat Wakijo untuk membiayai anak-anaknya hingga meluluskan kuliah.

"Alhamdulillah bangga sudah lulus. Saya biayai semampu saya, bagaimanapun caranya saya usahakan," lanjutnya.

Terlahir dari dari kedua orangtua yang tuna netra dan memiliki keterbatasan ekonomi, namun kondisi itu justru menjadi motivasi utama anak-anaknya untuk semangat dalam belajar.  

"Yang membuat saya semangat dapat nilai bagus karena saya sekolah kalau tidak memuaskan saya takut nggak bisa banggain orangtua," papar Tri.

 Selain itu, alasan Tri selalu semangat dalam menempuh pendidikan karena dirinya ingin menyukseskan kedua orangtuanya sekaligus membantu orangtua dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. (AWB)

Tonton Vidionya:

 

Referensi:

Tribun.com

Krjogja.com