Senja di Sesek Progo, Riwayatmu Kini

LENDAH KULON PROGO. 8/11/2019. Entah sejak kapan sesek dan rakit bambu penyeberangan di Pedukuhan Temben Desa Ngentakrejo ini berada. Yang jelas sudah sejak puluhan tahun  lalu ke dua alat penyeberangan ini ada dan saling menggantikan waktu operasinya. Sesek beroperasi dikala musim kemarau saat air sungai surut sementara rakit bambu beroperasi saat musim penghujan saat air sungai berlimpah. Baca juga: Mata air abadi di Desa Sidorejo

Ditemui pada saat menjalankan tugasnya Mbah Timah (70) salah satu pengelola sesek temben menceritakan suka dukanya menjalankan usaha sesek. Ia bersama 15 warga temben membuat jembatan/sesek dengan cara patungan sejak awal musim kemarau. Setiap saat mereka juga memperbaiki sesek tersebut untuk memastikan sesek aman untuk dilewati, biaya perawatan diambilkan dari dana suka rela yang didapatkan dari para penyeberang.

Saat ditanya berapa penghasilan yang didapatkan para pengelola sesek tersebut? Mbah Timah menjawab dengan diplomatis, "cekap kagem ndandosi sesek malih" kira kira artinya cukup untuk membenahi jembatan lagi.

Setiap penyeberang yang melewati sesek ditarik biaya yang besarnya tidak pernah dipatok oleh para pengelola. "Kadang ada yang ngasih Rp 5 ribu, kadang Rp 2 ribu bahkan seribu tapi kadang-kadang ada yang tak memberi juga", terang Mbah Timah. Baca juga: Mau Mancing Ikan Wader? Ini tipsnya...

Sejak ada jembatan di atas Bendung Kamijoro, penyeberang yang melewati sesek Temben  berkurang. Banyak pengendara motor yang melewati jembatan di atas Bendung Kamijoro tersebut, selain gratis, bangunan jembatannya juga lebih kuat.

Penyeberang yang tersisa melewati sesek kebanyakan adalah pengendara yang membawa beban berat seperti; pedagang, pengendara sepeda/motor yang membawa rumput atau damen dan lainnya yang jika harus melewati jembatan Kamijoro tidak mampu karena banyaknya tanjakan dari dan menuju Kamijoro..

Penjaga sesek temben selalu siap sedia membantu para penyeberang untuk mendorong agar kendaraan kuat melewati jembatan dan tanjakan menuju jalan utama di Temben. Baca juga: Artis ibu kota yang kepincut batik geblek renteng...

Setiap hari ada 3-4 orang yang berjaga di sesek tersebut, mereka saling bergantian mengatur dan membantu penyeberang melewati sesek Progo. (AWB)