Yoga Suwarto, Sang Penjaga Motif Batik Asli Kulon Progo

Senin, 9 Juli 2018 23:37:27 - Oleh : a.wisnubroto

Kolaborasi, Tantangan Terbesar Pembentukan FK PSKS

Drs. H. Wakiyo Darojat, M.A. Memberi Siraman Rohani di Lendah

Bantuan Duka Baznas Untuk Korban Kecelakaan

Khidmat, Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember

Musim Penghujan Datang Apel Pagi Tetap Jalan

LENDAH. Di atas kain putih, tangan kanannya lincah menyapukan kertas karbon hitam sementara kain kirinya memegang sisi lain dari kain putih tersebut. Di bawah kain putih terdapat motif batik yang sudah diberi lilin/malam sehingga gambar yang muncul di atas kain putih sama persis dengan gambar kain di bawahnya. Inilah tehnik ngesek atau ngeblat untuk memperoleh hasil gambar yang sama dalam waktu yang singkat. Begitulah sekilas kegiatan Yoga Suwarto pagi itu dalam mengerjakan karya-karyanya.

Bagi masyarakat Lendah tentu tak asing lagi dengan sosok satu ini, beliau adalah salah satu pioneer perajin batik di Kecamatan Lendah bahkan mungkin Kulon Progo. Lelaki yang saat ini berusia sekitar 65 tahun ini, mengenal kegiatan membatik sejak usia 10 tahun, karena Sang Ibu yang bernama Mbok Ranti adalah perajin batik pertama yang ada di  Kecamatan Lendah. Sejak awal kebanyakan karya-karya beliau adalah batik dengan motif-motif klasik seperti galaran, grinsing, parikesit, klitik barong, sekar jagat, wahyu tumurun dan motif klasik lainnya.

 

 

Motif Batik Asli Kulon Progo

Sebelum motif batik geblek renteng muncul dan booming seperti saat ini, sebenarnya Kulon Progo telah memiliki motif batik asli yaitu; galaran dan grinsing. Motif ini lahir dari proses yang panjang setelah sekian lama para perajin menekuni batik. Pak Yoga mengembangkan motif-motif tersebut dengan mengkombinasikan dengan motif-motif alam seperti gambar binatang dan pohon dengan warna-warna alami juga seperti coklat mahoni dan biru indigovera atau daun tom. Untuk memenuhi tuntutan pelanggan Pak Yoga kemudian menambahkan motif-motif tadi dengan warna-warna baru yang muncul yang lebih mencolok. 

Tidak banyak literatur yang dapat ditelusuri untuk mengetahui siapa orang yang pertama membawa motif batik galaran dan grinsin masuk ke Kulon Progo. Menurut Pak Yoga, orang tuanyalah Mbok Ranti yang mengenalkan pertama kali motif-motif tersebut pada perajin batik di Kulon Progo saat itu. Mbok Ranti awalnya adalah buruh batik yang mengerjakan memberi lilin/malam pada kain pola yang berasal dari para pengusaha batik di kota. Setelah selesai, kain-kain yang diberi lilin sesuai pola tersebut di kembalikan ke pengusaha tersebut sambil membawa kain-kain berpola yang baru lagi. Begitu seterusnya, sampai akhirnya Mbok Ranti diberi kepercayaan untuk menggambar pola sendiri. Dalam menggambar pola pada kain putih, Mbok Ratnti tidak menggunakan cara lazim yang digunakan oleh perajin lain yakni diblat atau meniru pola yang ada, tetapi Mbok Ranti melakukannya dengan cara langsung digambar pada kain putih.

Kebiasaan menggambar pola secara langsung inilah kemudian melahirkan pola-pola khas Mbok Ranti yang kemudian menjadi pola baku yang diikuti oleh para perajin secara turun-temurun termasuk Pak Yoga yang merupakan anak dari Mbok Ranti.

Pak Yoga telah menghabiskan sebagian besar umurnya untuk berkarya dalam batik di bawah bendera YOGA BATIK yang beralamat di Dusun Mendiro RT 48/22, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo.  sudah banyak yang beliau lakukan untuk tetap menjaga motif-motif asli Kulon Progo itu tetap lestari.

Selain memproduksi kain batik, saat ini kesibukan Pak Yoga adalah menularkan ilmu membatiknya kepada generasi penerusnya, terutama mengembangkan motif-motif asli Kulon Progo. Tidak hanya di Kulon Progo, beliau melakukannya sampai ke luar kota seperti yang baru saja beliau lakukan di Sumatera Barat, beliau diundang untuk memberikan pelatihan kepada perajin batik di kota tersebut dan tak lupa Pak Yoga selalu membanggakan moti-motif asli Kulon Progo ini untuk dikenal dan dikembangkan.

« Kembali | Kirim | Versi cetak