KAMPUNG WISATA DESA TANI JATIREJO, IDE KREATIF WARGA

Rabu, 4 Juli 2018 07:27:46 - Oleh : a.wisnubroto

Kolaborasi, Tantangan Terbesar Pembentukan FK PSKS

Drs. H. Wakiyo Darojat, M.A. Memberi Siraman Rohani di Lendah

Bantuan Duka Baznas Untuk Korban Kecelakaan

Khidmat, Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember

Musim Penghujan Datang Apel Pagi Tetap Jalan

LENDAH. Sekilas melewati areal persawahan di Desa Jatirejo serasa  sedang dalam perjalanan piknik atau tadabur alam. Areal pertanian yang diapit oleh gugusan pegunungan nan subur dan hamparan langit maha luas seolah menjadi background dari kegiatan pertanian hari itu. Lalu lalang petani melakukan aktivitasnya;  ada yang mencangkul, ada yang melakukan penyemprotan tanaman, ada yang sedang memanen hasil pertaniannya atau sedang bersendau gurau bersama teman-temannya melepas lelah. Belum lagi ratusan burung bangau mencari cacing  mengikuti setiap deru traktor yang dioperasikan oleh para petani untuk membajak sawahnya. Semua itu seperti lukisan hidup, dan berlangsung setiap hari.

Pagi, siang dan sore pemandangan di area persawahan jatirejo selalu berganti tapi tetap eksotis menyegarkan siapapun yang melihat. Pagi hari ketika matahari mulai menampakan diri,  berduyun- duyun para petani datang ke sawahnya, temaram sinar matahari menyinari dedaunan yang penuh dengan embun memberi kilauan yang sangat indah, siang hari barisan ternak ada kambing, bebek kadang-kadang kerbau sengaja di lepas liarkan di areal persawahan yang baru saja dipanen atau dibiarkan begitu saja dipinggir jalan diberi kesempatan untuk mencari makan sendiri, disekitarnya aktivitas petani tetap berjalan seperti biasanya. Sore hari senja datang, warna lebayung diufuk barat memberi goresan di langit yang maha luas, para petani gontai pulang ke rumah masing-masing beberapa masih menyelesaikan pekerjaannya di sawah sambil.

Dari semua aktivitas tersebut, memanen hasil pertanian adalah kegiatan paling menggembirakan bagi petani bagi saya juga yang sekedar menonton. Keceriaan terlihat dari wajah-wajah mereka tidak terlihat rasa lelah di wajahnya walau telah seharian bekerja di sawah. Deru mesin perontok padi, diiringi gelak tawa para petani dan desiran suara angin menjadi musik symponi terindah untuk para petani. Nun jauh di sana para petani cabai juga sedang memanen hasilnya, ribuan cabai ranum berwarna merah satu persatu diambil dari pohonnya oleh para petani, bercaping, sambil menggendong "tomlok" semacam keranjang dari bamboo untuk membawa hasil panennya.

Deretan pohon-pohon raksasa dipinggir jalan, lalu lalang kendaraan yang membelah area persawahan tersebut seolah menjadi saksi bisu semua aktivitas para petani. Gontai ranting-ranting daun berayun terhembus angin, semilir dan keteduhan pohon-pohon itu  membawa kita bermalas-malasan untuk meninggalkan tempat itu dengan segera. Pengennya lama dan tak mau ke mana-mana, tetap di bawah pohon itu sambil menikmati lukisan hidup para petani Desa Jatirejo yang sedang beraktivitas.

Sederhana dan sangat biasa karena kita melihat dan menikmatinya setiap saat, ya setiap hari kita lewati jalan-jalan di situ dan setiap hari kita melihatnya. Tapi bagi orang lain, yang tinggal di kota yang setiap hari sibuk dengan aktivitasnya; sekolah, kuliah, bekerja, aktivitas sosial dan sebagainya yang membuat suntuk hari-harinya, menikmati Desa Tani Jatirejo adalah sebuah anugrah yang mahal harganya.  Berinteraksi langsung dengan alam, petani, pohon-pohon besar, burung-burung bangau, hewan-hewan gembala, memetik langsung hasil pertanian dan menikmatinya sekalian ditempat itu, merasakan "pacitan" bekal makanan dan minuman yang di bawa oleh para petani di bawah kesejukan dan keteduhan pohon-pohon yang besar itu adalah pengalaman yang tak ternilai.

Semua itu bernilai, semua dapat dijual sebagai objek wisata alam dan budaya dari Desa Tani Jatirejo. Tinggal bagaimana masyarakat tergerak dan mewujudkannya ide kreatif tersebut.

Demikian adalah ide kreatif dari seorang tokoh masyarakat Desa Jatirejo, Sugiarto untuk pengembangan potensi wisata di Desa Jatirejo. Beliau adalah salah satu penggerak ekonomi rakyat dalam wadah Koperasi Serba Usaha Mekar Mas, yang telah bekerja sama dengan PT Unilever untuk pengembangan kedelai hitam Mallika sebagai bahan baku utama pembuatan Kecap Bangau.


Referensi:

https://economy.okezone.com/view/2017/10/22/4/43695/ketika-ratusan-burung-bangau-putih-temani-petani-saat-membajak-sawah

http://kireinabonsai.blogspot.com/2018/06/kulon-progo-surganya-asam-jawa.html

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak