POHON ASAM JAWA (tamarindus indica) WARISAN NENEK MOYANG TIADA TARA

Selasa, 5 Juni 2018 04:13:49 - Oleh : a.wisnubroto
Pohon Asam Jawa (tamarindus indica) di Kec. Lendah  

Pohon Asam Jawa (tamarindus indica) Warisan Nenek Moyang Tiada Tara

Bila kita melintasi jalan dari Temon, Toyan, Bendungan, Panjatan, Galur sampai dengan Lendah wilayah Kabupaten Kulon Progo maka pandangan kita akan dimanjakan oleh deretan pohon besar, bertekstur kulit kasar, rimbun dan kekar, tertanam berjajar rapi dengan jarak yang sangat teratur di hamparan persawahan yang sangat luas. Berada di bawahnya terasa sejuk dan asri, ya pohon asam jawa (tamarindus indica).  Pohon tersebut sudah berumur ratusan tahun, karena menurut literatur sudah ditanam sejak Gubernur Deandels merintis pembuatan jalan  jalur selatan di pulau Jawa yakni tahun 1808.

  

Pemanadangan tersebut juga dapat kita emui, di sepanjang jalur jalan Proliman Wates sampai dengan Bendungan juga di jalur jalan Deandels. Kita bisa menyaksikannya setiap saat dan gratis, pada pagi hari saat matahari mulai bersinar kita bisa menikmati sambil melihat  para petani menggarap lahannya atau ribuan burung bangau sibuk mencari makan di sawah, siang hari kita bisa melihat pohon-pohon besar tersebut sambil berteduh di bawahnya sembari menikmati es dawet, es tape, es buah atau sekedar jajanan tradisional yang biasanya mangkal di sekitar lokasi atau sambil memancing ikan di sepanjang aliran sungai di bawah pohon, pada sore hari kita bisa menikmatinya sambil melihat lembayung senja di ufuk barat, sungguh menikmati deretan pohon asam jawa  di sepanjang jalan tersebut tak ada jenuhnya. Pohon-pohon asam jawa (tamarindus indica) tersebut merupakan warisan nenek moyang yang tiada tara, tak terkira nilainya. Selain memiliki nilai eksotis, pohon tersebut juga merupakan produsen oksigen sepanjang tahun.

Nilai eksotis dan kemanfaatannya bagi kehidupan yang tinggi, membuat Pemerintah Kota Yogyakarta mulai merintis menanamnya di Jl. Mangkubumi dan Jl. Malioboro pusat kota Yogyakarta, tentu butuh waktu yang lama untuk bisa seperti yang dimiliki Kulon Progo.

Beberapa pohon besar yang ada tumbang oleh karena dimakan umur, angin  atau terterjang  erosi air hujan, beberapa pohon juga sudah di tebang, sengaja ditumbangkan karena keberadaannya sudah dianggap mengganggu, terlalu miring ke jalan sehingga menghalangi pengguna jalan atau miring ke arah persawahan warga sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman pertanian.  Tinggal pohon-pohon yang benar-benar kokoh, sehat dan berdiri tegak, entah sampai kapan pohon-pohon ajaib ini masih tetap tumbuh dan bertahan, kita harus menjaga kelestariannya agar anak cucu kita juga bisa menikmatinya di masa yang akan datang.

 

Referensi:

https://books.google.co.id:books, Ekspedisi Anjer-Panarukan: laporan jurnalistik Kompas

www.kireinabonsai.blogspot.com, Kulon Progo, Surganya Asem Jawa (tamarindus indica)

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak